Lomba Karya Produk Bank Sampah PT Vale Indonesia Tbk Sebagai Wujud Kepedulian Lingkungan

BERITALUTIM.COM – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) telah mengadakan Lomba Karya Produk Hasil Bank Sampah di Galeri UMKM Kareso Anatoa, Sorowako pada Rabu (28/2/2024). Lomba ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024.

Acara ini merupakan inisiatif perusahaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan, terutama permasalahan sampah. Dengan tema “Mengubah Sampah Menjadi Berkah, Melangkah Menuju Ekonomi Sirkular yang Berkelanjutan,” PT Vale berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca.

Lomba tersebut juga mencerminkan komitmen perusahaan untuk mencapai nol limbah ke tempat pembuangan atau zero waste to landfill pada 2025, lima tahun lebih cepat dari target pemerintah.

Sebanyak 11 peserta turut serta dalam lomba ini, menghasilkan 33 karya yang beragam. Para peserta menampilkan kreativitas dan inovasi mereka dalam mendaur ulang sampah menjadi produk seperti busana, hiasan meja, aksesoris baju, vas bunga, meja, serta berbagai kerajinan tangan dan aksesoris menarik lainnya. Lomba ini bertujuan untuk menyampaikan pesan bahwa sampah plastik dapat memiliki nilai jual melalui kreativitas.

Jinan Syakir, Acting Chief Technology Officer (CTO) PT Vale Indonesia, menyatakan bahwa tantangan utama saat ini adalah mengubah kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Menurutnya, kesadaran terhadap sampah memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan merupakan langkah penting menuju lingkungan yang lebih bersih.

“Kebiasaan buruk terhadap sampah harus diubah mulai dari diri sendiri, kemudian memberikan contoh kepada orang lain. PT Vale telah menunjukkan cara mengelola sampah dengan baik melalui kegiatan positif seperti ini,” ujar Jinan.

Dia juga menyoroti proyek refuse-derived fuel (RDF) yang dijalankan oleh PT Vale sebagai upaya mendukung pengentasan sampah. RDF merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengelola sampah dengan benar, sambil memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.

Adli Lubis, Director Health, Safety and Operational Risk PT Vale, mengapresiasi kreativitas peserta dan mendorong mereka untuk terus semangat dalam menciptakan produk inovatif dari sampah. Dia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam pengelolaan sampah untuk mencegah produksi sampah lebih awal.

Furqan Hidayat, Pengawas Lingkungan Hidup yang mewakili Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur, memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah menjadi barang bernilai ekonomis sangat penting. Furqan juga menyerukan agar kegiatan semacam ini terus berlanjut, terutama melibatkan siswa Sekolah Dasar (SD) untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap pengelolaan sampah sejak dini.

“Kegiatan seperti ini harus digaungkan karena sangat positif. Sampah yang tadinya dibuang oleh masyarakat, ternyata bisa dimanfaatkan kembali menjadi suatu barang yang bernilai ekonomis oleh pengurus bank sampah,” ujarnya.

Furqan juga mengajak semua pihak terkait, termasuk pemerintah, masyarakat, dan PT Vale, untuk aktif dalam sosialisasi tentang pemilahan sampah di rumah tangga. Ia menekankan perlunya memberikan edukasi kepada ibu-ibu mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik, serta cara membuat pupuk kompos dari sampah organik.

“Sampah organik bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah non-organik dapat dijual ke bank sampah. Para pengurus bank sampah juga harus memberikan edukasi kepada ibu-ibu bahwa sampah dapat dijual ke bank sampah, sehingga secara tidak langsung sampah dapat menjadi sumber pendapatan,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini