BREAKING NEWS

Hadapi Pemilu 2024, Bawaslu Luwu Timur Perkuat Pengawasan Partisipatif

Rabu, 23 Februari 2022 | 16:42 WITA
BeritaLutim.com
  • LUWU TIMUR, BERITALUTIM.COM- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Luwu Timur akan memperkuat pengawasan partisipatif untuk mengawasi penyusunan daftar pemilih dalam rangka menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) serentak di tahun 2024.

    Hal itu diungkapkan Komisioner Bawaslu Luwu Timur, Rachman Atja dan Sukmawati Suaib saat menjadi narasumber pada kegiatan diskusi dan silaturahmi yang diinisiasi alumni SKPP Luwu Timur dengan tema “membangun sinergitas Bawaslu dan Alumni SKPP Menuju Pemilu 2024” yang dilaksankan secara dalam jaringan (Daring), Selasa (22/2/2022) malam.

    Mengawali sambutannya, Ketua Bawaslu Luwu Timur, Rachman Atja, mengatakan permasalahan klasik yang sering terjadi bahkan sering dipersoalkan sampai ke Mahkamah Konstitusi adalah terkait daftar pemilih.

    Menurutnya, untuk menghasilkan daftar pemilih yang kredibel, akuntabel dan dapat dipertanggung jawabkan dibutuhkan partisipasi semua elemen masyarakat. Kehadiran alumni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) pun diharap bisa menjadi corong penyelenggara pemilu untuk melakukan sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat.

    “Apalagi di era digital seperti saat sekarang ini, banyak hal yang bisa dilakukan kaum milenial salah satunya seperti membuat konten-konten kreatif menggunakan narasi yang sejuk untuk mencerdaskan, mengedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat terkait kegiatan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu di sektor pengawasan,” jelas Rachman

    Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organiasi itu pun berharap, Bawaslu dan alumni SKPP bisa berkolaborasi pada penyelenggaraan Pemilu di tahun 2024.

    “Pengawasan Pemilu bukan hanya tugas dari bawaslu tapi tugas kita semua untuk itu saya sangat berharap, Bawaslu dan alumni SKPP bisa berkolaborasi untuk mencapai penyelenggaraan pemilu yang lebih baik,” harapnya.

    Sementara itu Koordiantor Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Sukmawati Suaib menjelaskan terkait kerja-kerja Bawaslu yang telah dan akan dilaksanakan dimasa non tahapan.

    Sukmawati menuturkan, saat ini Bawaslu Luwu Timur sedang melakukan pengawasan penyususnan daftar pemilih berkelanjutan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    “Meski tidak ada tahapan Pemilu, Bawaslu tetap melakukan kerja-kerja pengawasan sebagaimana yang telah diamanahkan oleh Undang-Undang,” kata Sukmawati.

    Dalam melakukan Pengawasan Daftar Pemilih Berkelanjutan ini Bawaslu Luwu Timur merujuk pada surat edaran Bawaslu RI Nomor 13 tahun 2021 tentang Pengawasan Daftar Pemilih Berkelanjutan.

    Untuk menindaklanjuti hal tersebut kata Sukmawati, maka Bawaslu Luwu Timur melakukan uji petik dengan melakukan koordinasi ke pemerintah desa atau kelurahan untuk mendapatkan data yang diperlukan.

    “Dari hasil koordinasi tersebut nantinya akan dilakukan analisis data dan kemudian melakukan koordinasi dengan KPU melalui surat penyampaian berupa saran perbaikan baik secara lisan maupun tertulis jika ada temuan yang didapatkan di lapangan agar KPU melakukan penelusuran terkait data tersebut,”jelas Sukmawati

    Sukmawati menambahkan, selain melakukan pengawasan Daftar Pemilih Berkelanjutan, dalam waktu dekat ini, Bawaslu Luwu Timur juga akan melakukan kerja sama pengawasan dengan stakeholder terkait.

    “Kedepan Bawaslu Luwu Timur akan melakukan Mou dengan stakeholder terkait dalam rangka membantu Bawaslu dalam melakukan pengawasan atau setidak-tidaknya mencegah masyarakat melakukan pelanggaran. Intinya kita ingin Daftar Pemilih Tetap (DPT) kita semakin baik,” beber Sukmawati.

    Olehnya itu lanjut Sukmawati, pelibatan partisipasi masyarakat khususnya alumni SKPP dalam melakukan pengawasan sangat penting karena jumlah personil bawaslu sangat sedikit sedangkan jumlah yang diawasi sangat banyak

    “Kita berharap alumni SKPP bisa menjadi corong Bawaslu dalam melakukan sosialisasi sehingga pengetahuan masyarakat semakin meningkat mengenai pelaksanaan pemilu untuk mewujudkan pelaksanaan demokrasi yang semakin baik,” tutup Sukmawati.

    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    ARTIKEL TERKAIT