DPRD Lutim Gelar RDP Bahas Jaringan Air Bersih Yang Belum Efektif

Luwu Timur – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Luwu Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait dengan masalah air Baku Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Uwaimami. Rapat dilaksanakan diruang Komisi III DPRD Kabupaten Luwu Timur, selasa(04/10/2022).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Andi Baharuddin didampingi oleh anggota DPRD Luwu Timur Komisi III. Diawali Andi Baharuddin selaku ketua Komisi membuka rapat RDP tersebut.

Diawal diskusi Andi Baharudin menyampaikan bahwa terkait dengan kondisi jaringan air bersih di kabupaten Luwu Timur yang saat ini masih belum efektif, hal tersebut di tandai masih banyak keluhan masyrakat yang masuk kepada para anggota DPRD.

“Kami selaku anggota DPRD selalu mendapat keluhan masyarakat terkait dengan kondisi jaringan air bersih PDAM, sehingga hal inilah menjadi dasar untuk melaksanakan Rapat Dengar Pendapat” Ungkap Andi Baharuddin.

Dalam rapat hadir Dinas PUPR dan Perwakilan Perumda Uwaimami kabupaten Luwu Timur.

Senada dengan hal tersebut Badawi Alwi menyampaikan apakah selama ini pihak Perumda Uwaimami dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sudah melakukan koordinasi terkait dengan kondisi jaringan air bersih yang masih banyak kendala dan belum efektif terdistribusi di masyarakat.

“Terkait dengan persoalan jaringan air bersih sudah berapa kali selalu dibahas dan belum sama sekali ada tindakan” kata Badawi.

Indiyana Sartian selaku Kabid Cipta Karya menjelaskan Perlu diketahui bahwa proses pengolahan air bersih selama ini dimulai dari penampungan air yang dibangun untuk meninggikan muka air, selanjutnya ke Intake. Dari intake masuk ke IPA (instalasi Pengolahan Air) pada IPA distulah air diproses menajdi air bersih yang selanjutnya dibagikan ke masyarakat untuk menjadi konsumsi sehari-sehari.

“Namun yang terjadi saat ini kondisi jaringan air bersih di kabupaten Luwu Timur setelah dikena gempa khususnya di wilayah mangkutana raya menggunakan sistem bypass dimana prosesnya tanpa melalui IPA namun dari penampungan langsung masuk ke masyarakat” jelas Indiyana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini