BREAKING NEWS

Tiga Tahun Terakhir Angka Kemiskinan di Luwu Timur Menurun

Kamis, 19 November 2020 | 08:25 WITA
BeritaLutim.com
  • MALILI, BERITALUTIM.COM- Kepala Seksi Statistik Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS) Luwu Timur, Ismaya Gusmi memaparkan angka kemiskinan di Luwu Timur terlihat mengalami penurunan dalam kurung waktu tiga tahun terakhir.


    Hal itu dikatakan Ismayani Gusmi dalam kegiatan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Kantor Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) kabupaten Luwu Timur.


    Ismaya Gusmi menyampaikan gambaran umum pertumbuhan ekonomi kabupaten Luwu Timur, yakni total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Luwu Timur pada tahun 2018 – 2019 mengalami fluktuatif.


    “Total PDRB tahun 2018 PDRB Luwu Timur dengan tambang sebesar 3,39 %, tahun 2019 sebesar 1,17 %. Sementara PDRB Luwu Timur tanpa tambang nikel di tahun 2018 sebesar 7,66% dan tahun 2019 sebesar 5,96 %. Pengukuran pertumbuhan ekonomi diperoleh dari PDRB atas Dasar Harga Konstan (ADHK). Data PDRB ADHK lebih menggambarkan perkembangan produksi riil barang dan jasa yang dihasilkan oleh kegiatan ekonomi daerah tersebut,” ucapnya.


    Sementara untuk gambaran kemiskinan di Luwu Timur, tambah Ismaya Gusmi terlihat mengalami penurunan dalam kurun tiga tahun terakhir yakni tahun 2017-2019 dimana pada tahun 2017 sebesar 7,66 % (21.940 jiwa), 2018 sebesar 7,23 % (21.150 jiwa) dan 2019 persentase pedudukan miskin di Luwu Timur berada di angka 6,98 % (20.830 jiwa) dibawah angka Kemiskinan Provinsi (8,69 %) dan Nasional (9,41 %).


    “Dengan kondisi ini menempatkan Luwu Timur berada di posisi ke 20 sebagai daerah yang memiliki persentase penduduk miskin kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2020 atau terendah  ke-5 dari kabupaten/kota se Sulsel. Sedangkan untuk Luwu Raya, Luwu Timur termasuk daerah yang memiliki jumlah warga miskin dengan persentase terendah yakni 6,98 % dibanding tiga kabupaten/kota lainnya yaitu kota Palopo (7,82), Luwu Utara(13,60) dan Luwu (12,78),” pungkasnya.

    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    ARTIKEL TERKAIT