BREAKING NEWS

Rapid Test Reaktif, 15 Pasien Asal Luwu Timur Jalani Karantina di Makassar

Jumat, 8 Mei 2020 | 18:50 WITA
BeritaLutim.com

MALILI, BERITALUTIM.COM- 15 pasien hasil rapid test reaktif Covid-19 yang akan menjalani masa karantina di Makassar diberangkatkan, 15 pasien tersebut diberangkatkan di Posko Induk Tim Gugus Tugas Covid-19 sekitar pukul 22.00 Wita, Kamis (07/5) malam.

Bupati Luwu Timur, Thoriq Husler didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, Rosmini Pandin, Kepala BPBD Lutim, Muh. Zabur, dan Staf Ahli, Dr. April, melepas ke 15 pasien hasil rapid test reaktif menuju kota Makassar untuk menjalani masa karantina.

“15 Pasien ini sudah menjalani rapid test dan dinyatakan reaktif Covid-19. Meskipun ini baru hasil rapid test, 15 orang warga Luwu Timur ini dengan sukarela meminta diberangkatkan ke Kota Makassar untuk menjalani karantina di Swiss Bell Hotel,” kata Bupati Luwu Timur, Thoriq Husler.

Kelima belas pasien ini merupakan tenaga Kesehatan Luwu Timur dan empat orang anggota Polri yang bertugas di salah satu polsek di Luwu Timur. Warga Luwu Timur ini akan menunggu pengambilan Swabnya di tempat karantinanya di Makassar.

Husler memotivasi kelima belas pasien ini untuk tetap semangat, walaupun secara fisik semua pasien yang diberangkatkan ke Kota Makassar ini dalam keadaan sehat dan bugar semuanya. Namun begitulah Hasil Rapid Tes menunjukkan mereka reaktiv Covid-19.

“Sebenarnya saya sangat sedih karena kita berpisah disaat bulan Ramadhan, yang mana bulan itu bulan kita berkumpul bersama keluarga saat berbuka dan sahur. Tapi saya bangga kepada mereka semua, tidak mau mengambil resiko lebih lama tinggal di Luwu Timur dan memilih ke Makassar, saya selaku Bupati Luwu Timur, selalu mendoakan kalian agar hasil swabnya nanti negatif semuanya dan kembali Ke Luwu Timur lagi dalam keadaan sehat wal afiat semuanya, Aamiin,” harap Husler.

Soal kebutuhan selama memasuki karantina di Hotel Swiss Bell, Husler mengatakan, tidak usah khawatir karena segala kebutuhan sudah diperhitungkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Saya berharap kepada Dinas Kesehatan Luwu Timur agar terus berkomunikasi untuk memberi semangat dan memantau perkembangan mereka di Makassar dan juga kita pantau dari Luwu Timur,” imbuh Husler.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
ARTIKEL TERKAIT