BREAKING NEWS

Ketua DPRD Kunker di Dusun Mess, Dusun Tapal Batas Lutim-Lutra

Senin, 2 November 2020 | 07:12 WITA
BeritaLutim.com
  • MALILI, BERITALUTIM.COM- Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam, melakukan kunjungan kerja (Kunker) di dusun Mess, desa Lauwo kecamatan Burau yang merupakan dusun yang berada di tapal batas kabupaten Luwu Timur dengan Luwu Utara.

    Letak dusun ini terbilang jauh karena berada di tapal batas Luwu Timur dan Luwu Utara, bahkan untuk sampai ke dusun tersebut harus melewati desa Bunga Didi Kabupaten Luwu Utara, kemudian berputar menembus batas Luwu Timur dan harus berjalan kaki melewati sebuah jembatan gantung untuk sampai di dusun Mess.

    Kunjungan Ketua DPRD Luwu Timur yang akrab disapa Abang ini menjadi harapan besar warga dusun Mess. Sebab dusun yang dihuni sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) tersebut sangat minim sentuhan pembangunan. Warga masih terkendala dengan akses jalan yang tidak layak dan fakta bahwa dusun tersebut belum teraliri listrik.

    Saat melakukan pertemuan dengan ratusan warga Dusun Mess, Amran Syam menerangkan kedatangannya di dusun Mess ini melakukan kunjungan kerja sekaligus melihat langsung kondisi warga di dusun Mess .

    “Dusun Mess ini perlu sentuhan pembangunan, untuk itu kita harus berakselerasi menjamin Pokir yang menjadi solusi untuk menghadirkan jalan yang layak bagi warga dusun Mess, 2021 Insa Allah pembangunan jalan ke dusun ini sudah bisa dibangun, saya akan gunakan Pokir saya untuk ini. Teknisnya setelah ini saya akan meminta Dinas PU untuk melakukan survei,” tandas Amran.

    Tak hanya itu, terkait listrik, Abang juga berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak PLN agar secepatnya memasang kabel listriknya sehingga seluruh rumah warga di Dusun Mess ini sudah bisa menikmati penerangan listrik PLN .

    “Semoga kehadiran saya hari ini menjadi jawaban dari segala keresahan bapak ibu sekalian dan untuk bantuan pertanian saya minta segera buatkan proposal atas nama kelompok tani dan proposal tersebut akan disampaikan kepada Dinas Pertanian,” pungkas Amran Syam.

    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    ARTIKEL TERKAIT