BREAKING NEWS

Dua Anggota Dewan Tinjau Jembatan Penghubung 3 Desa di Tarengge

Rabu, 30 Oktober 2019 | 15:34 WITA
BeritaLutim.com
  • BERITALUTIM.COM, WOTU — Sudah bertahun – tahun menjadi bahan prioritas pada musrembang Kecamatan, Jembatan penghubung tiga desa,  yakni Desa Tarengge, Tarengge Timur,  dan Desa Lampenai,  Kecamatan Wotu, Luwu Timur,  hingga saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

    Pasalnya,  jembatan tersebut sudah memakan korban,  hingga ada yang meniggal dunia,  saat sedang melintas dijembatan tersebut. 

    Mendegar keluhan masyarakat, anggota  DPRD Luwu Timur Heryanti Harun (Golkar) bersama Alpian (Hanura), langsung meninjau jembatan tersebut. 

    Dan alhasil dari peninjauan tersebut,  memang kondisi jembatanya sangat memprihatinkan,  dan sudah tidak layak dilalui oleh masyarakat.

    “Sudah banyak masyarakat  yang mengadukan kondisi jembatan ini,  dan jembatan ini dinamakan jembatan segitiga emas, karena menjadi penghubung tiga desa, ” ujar Heryanti. 

    Maka dari itu,  Heryanti bersama rekanya Alpian dari Komisi III yang membidangi pembangunan,  untuk meninjau langsung meski jarak jangkau jembatan tersebut jauh dari jalan poros trans Sulawesi. 

    Sementara itu,  Alpian dari fraksi Hanura,  mengatakan aspirasi yang disampaikan masyarakat,  menjadi catatan bagi wakil rakyat. 

    “Nantinya akan dibahas dalam komisi, bersama dengan mitra kerja dalam hal ini dinas PU, ” papar mantan Jurnalis ini. 

    Selain itu,  Ketua BPD Desa Tarengge Rahmat Ilyas,  sangat berterimakasi kepada dua wakil rakyat yang melakukan peninjauan ke jembatan yang menjadi prioritas bagi masyarakat. 

    “Bagusnya seperti ini,  karena anggota dewan langsung berhadapan dengan warga dan mendengar langsung apa yang dikeluarkan oleh masyarakat. Sekali lagi saya berterimakasi, ” ujarnya. 

    Lanjut Rahmat,  jembatan ini sudah sering kali dibahas dimusrembang Kecamatan,  namun hingga saat ini belum mendapat respon. 

    “Setiap musrembang  Kecamatan, jembatan ini menjadi prioritas pertama yang kami usulkan, ” ujarnya. 

    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    ARTIKEL TERKAIT