BREAKING NEWS

Diskusi Milenial Husler-Budiman, Astini: Pemuda Ambil Peran Pembangunan Bukan Sekedar Penikmat

Jumat, 4 Desember 2020 | 09:43 WITA
BeritaLutim.com

MALILI, BERITALUTIM.COM- Mendekati berakhirnya masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah Luwu Timur, tim kampanye pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Husler-Budiman menyasar pemilih pemula di Kecamatan Nuha dan Towuti.

Namun ada yang berbeda, pada kampanye kali ini bukan dilakukan oleh pasangan calon Thorig Husler dan Budiman tetapi dilakukan oleh tim milenial Husler-Budiman bersama juru bicara milenial Husler-Budiman, Wulan Safitri.

Juru kampanye tim milenial Husler-Budiman Bangkit Revormansyah mengatakan, kegiatan ini kami lakukan untuk memenuhi undangan dari kelompok-kelompok pemuda dan relawan milenial Husler-Budiman yang sekedar ingin berdiskusi serta yang ingin memahami lebih detail seperti apa program-program Husler-Budiman untuk anak muda.

“Kami sudah memenuhi undangan diskusi dengan komunitas pemuda di Burau dan Mangkutana Raya (Tomoni, Tomoni Timur, Mangkutana, Kalaena), rupanya komunitas pemuda di Kecamatan Nuha dan Towuti juga ingin membuka ruang diskusi serupa,” ungkap Bangkit.

Sementara itu juru bicara milenial Husler-Budiman, Wulan Safitri optimis bahwa partisipasi pemuda pada pilkada kali ini mengalami peningkatan. “Antusias teman-teman dalam diskusi menunjukkan bahwa pemuda Luwu Timur tidak alergi pada politik, sebenarnya mereka hanya butuh ruang untuk menunjukkan bahwa mereka juga peduli pada pembangunan kampung kita ini, dan kami di Husler-Budiman membuka ruang itu seluas-luasnya,” ucap Wulan.

Perwakilan pemuda yang ikut dalam tim Milenial asal Burau, Astini yang juga adalah Liaison Officer Husler-Budiman menyebutkan, sepanjang sejarah pemuda senantiasa menjadi pelopor gerakan perubahan, maka seyogyanya diera ini, pemuda mengambil peran menjadi pelaku pembangunan, bukan sekedar penikmat.

Untuk diketahui, selama dua hari 2-3 Desember 2020 tim milenial Husler-Budiman berdiskusi dengan pemuda -pemudi Nuha Towuti di empat titik lokasi, dimulai di seberang danau Matano tepatnya di Desa Masiku, berlanjut ke Timampu di cafe sehati, kemudian di Wawondula memenuhi undangan komunitas pemuda Gelombang Towuti, dan diakhiri dengan kunjungan ke posko D’Gams, salah satu posko milenial di Kecamatan Nuha. (Rls)

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
ARTIKEL TERKAIT