BREAKING NEWS

Dinkes Lutim Gelar Pertemuan Persiapan Survey Evaluasi Kecacingan

Kamis, 16 September 2021 | 07:28 WITA
BeritaLutim.com

LUWU TIMUR, BERITALUTIM.COM- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Luwu Timur bekerjasama dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan melakukan Pertemuan membahas Persiapan Survey Evaluasi Kecacingan tingkat Kabupaten Luwu Timur, Kamis (16/09/2021) lalu.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantin TP PKK Lutim tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Rosmini Pandin, MARS. didampingi Kepala BTKL-PP, Maman Sudirman, SST. M.Kes.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Rosmini Pandin, MARS. saat dikonfirmasi, Senin (20/09/2021) mengatakan, jadi kemarin pihaknya menggelar pertemuan untuk mengetahui Prevalensi Kecacingan di Luwu Timur sebelum tim turun ke lapangan mengambil sampel Feses (tinja).

“Rencananya tanggal 27 September mendatang kita akan menggelar On The Job Training dulu setelah itu baru pelaksanaan pengambilan sampel yang akan dimulai tanggal 28 September – 01 Oktober 2021 dengan melibatkan sebanyak 30 SD se-Kabupaten Luwu Timur yang sudah ditentukan oleh provinsi, dimana setiap SD akan kami ambil sebanyak 21 sampel Feses (tinja) secara acak dengan rincian kelas 3, 4, dan 5 masing-masing 7 sampel perkelas. Jika di total secara keseluruhan dari 30 SD se-Lutim, jumlah sampelnya sebanyak 630,” tutur Rosmini.

Mantan Direktur RSUD I Lagaligo tersebut juga mengungkapkan, khusus tahun ini, ada tiga Kabupaten di Sulawesi Selatan yang akan dilakukan pengujian sampel tersebut, yakni Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Pinrang.

“Tiap tahun setiap kabupaten akan mendapat giliran,” tambahnya.

Terakhir, dr. Rosmini berharap dalam pelaksanaan pengambilan sampel tersebut berjalan lancar dan hasilnya semua negatif telur cacing agar Luwu Timur bisa bebas dari kecacingan dan bisa menurunkan angka stunting di daerah, mengingat sudah 5 tahun terakhir ini pihaknya melakukan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan.

“Jika hasil survey dari sampel ini nantinya ialah 0% atau paling tidak berada dibawah 10%, berarti program pemberian POPM kepada siswa tersebut berjalan efektif. Namun jika hasilnya diatas 10%, maka kita akan kembali melakukan pengobatan kepada siswa-siswi SD tersebut. Yang jelas kita akan berusaha agar Sulawesi Selatan dapat terbebas dari penyakit kecacingan tersebut sesuai dengan harapan yang telah diutarakan bapak Maman Sudirman selaku Kepala BTKL-PP saat pertemuan tersebut,” kuncinya.

Adapun peserta pada pertemuan tersebut sebanyak 25 orang masing-masing 5 orang dari Dinkes Lutim, 2 orang dari Dinas Pendidikan, dan 18 orang dari Puskesmas se-Kabupaten Luwu Timur. (ikp/kominfo)

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
ARTIKEL TERKAIT